EKO-SPIRITUAL Dimensi Iman yang Lama Terabaikan

Ari Benawa

Sari


Kajian ini bertitik tolak dari keprihatinan faktual bahwa sejatinya agama-agama telah mengamanatkan akan pentingnya umat memedulikan dimensi ekologis. Hal itu jelas dari doktrin-doktrin agama-agama. Akan tetapi fakta menunjukkan adanya kerusakan alam yang semakin parah dengan maraknya eksploitasi alam biotik maupun abiotik oleh manusia. Mengacu pada telaah Alfred Whitehead melalui Filsafat Proses-nya dan Skolimowski dengan konsepnya tentang kesakralan alam di mana manusia menjadi penjaga kesakralannya, kajian ini mau menyimpulkan bahwa manusia perlu kembali menghargai alam sebagaimana telah diamanatkan agama maupun alam yang telah rusak itu sendiri yang memanggil manusia untuk tidak memusuhinya, melainkan bersahabat dengan alam sebagai wujud pertobatan manusia yang telah lama mengabaikan dimensi ekospiritual dalam keimanannya, sehingga manusia menjadi diri yang ekologis.


Kata Kunci


eko spiritual, filsafat proses, kesakralan alam, diri ekologi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alfred North Whitehead. (1978). Process and Reality. New York: The Free Press.

Barry McDonald. (2004). Seeing God Everywhere, Essay On Nature And Sacred (ed), World Wisdom.

Capra Fritjof. (1982). The Turning Point: Science, Society, and the Rising Culture. Bantam Book, ISBN 0-553-34572-9

Daniel Murdiyarso. (2005). Sepuluh Tahun Perjalanan Negosiasi Konvensi Perubahan Iklim, Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

Fatima Osman Wahdat Al Adyan. (2004). Dialog Pluralisme Agama. Yogyakarta: LKIS.

I Gusti Ketut Kaler. (1983). Butir-Butir Tercecer Tentang Adat Bali. Bali: Bali Post.

Skolimowski, Hendryck. (1992). Living Philosophy: Eco Philosophy as A Tree of Life. London: Arkarna/Penguin Books.

Sudarminta, J. (2007). Filsafat Proses, Sebuah Pengantar Sistematik Filsafat Alfred North Whitehead. Yogyakarta: Kanisius.

Tjahjadi, Lili, SP. (2007). Tuhan Para Filsuf dan Ilmuwan. Yogyakarta: Kanisius.

Tucker, Maria Evelyn & Grimm John A. (ed). (2003). Agama, Filsafat dan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Kanisius.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
Pasupati is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.